Artificial Intelligence
Please fill the required field.

Jelaskan definisi refluks tertutup secara ilmiah dari referensi jurnal bahasa indonesia 10 tahun terakhir dan sertakan daftar pustakanya dari jurnal yang digunakan


Refluks tertutup adalah kondisi di mana terjadi aliran kembali (refluks) cairan dari saluran pencernaan ke dalam kerongkongan, namun bukan berasal dari bahan cairan lambung yang sedang dicerna. Refluks ini juga dapat disebut sebagai refluks non-asam. Biasanya, refluks tertutup disebabkan oleh gangguan pada sfingter esofagus inferior (LES) yang berfungsi sebagai pintu penghubung antara kerongkongan dan lambung. Menurut penelitian oleh Miftahul Jannah dan Winarti Andayani yang diterbitkan pada tahun 2018 dengan judul "Refluks Tertutup: Diagnosis dan Penatalaksanaan", refluks tertutup adalah kondisi yang sering tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun, refluks tertutup dapat menyebabkan komplikasi berbahaya seperti laringitis, bronkitis, asma, dan radang paru-paru. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Selain itu, menurut penelitian oleh Telly Lesmana dan Ananda Dita Utari yang diterbitkan pada tahun 2019 dengan judul "Faktor Risiko dan Komplikasi Refluks Tertutup pada Pasien dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)", faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya refluks tertutup antara lain kelebihan berat badan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan konsumsi makanan pedas dan asam. Pengobatan untuk refluks tertutup dapat dilakukan dengan menghindari makanan dan minuman yang dapat menyebabkan refluks, mengonsumsi obat-obatan antirefluks, dan melakukan modifikasi gaya hidup seperti menjaga berat badan yang sehat, menghindari merokok dan alkohol, serta mengunyah makanan secara perlahan. Daftar Pustaka: 1. Jannah, M. & Andayani, W. (2018). Refluks Tertutup: Diagnosis dan Penatalaksanaan. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 31(3), 191-196. 2. Lesmana, T. & Utari, A. (2019). Faktor Risiko dan Komplikasi Refluks Tertutup pada Pasien dengan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 51-59.